|
Judul Film
|
:
|
The Joneses
|
|
Sutradara
|
:
|
Derick Borte
|
|
Penulis Cerita
|
:
|
Randy T. Dinzler
|
|
Pemeran Utama
|
:
|
Steve (David Duchovny), Kate (Demi
Moore),
Jenn (Amber Heard) dan Mick (Ben Hollingsworth) |
|
Tahun
|
:
|
2009
|
The Jones merupakan sebuah keluarga yang
harmonis terdiri dari sepasang suami istri yang sangat sempurna serta putra dan
putri yang manis. Dalam film ini, David Duchovny disini berperan sebagai suami
(Steve) yang merupakan pebisnis sukses dan kharismatik, Demi Moore berperan
sebagai istri (Kate) yang cantik, sexy dan modis, Amber Heard (Jenn) dan Ben
Hollingsworth (Mick) masing-masing berperan sebagai anak dalam keluarga The
Jones yang masih duduk di bangku SMA.
Keluarga Jones merupakan pendatang
baru di sebuah kota kecil. Mereka menjadi pusat perhatian di kota kecil itu.
Hidup mereka yang terlihat begitu bahagia dan harmonis didukung dengan gaya
hidup modern yang bertaburan barang-barang canggih dan mewah, mulai dari
pakaian sampai dengan peralatan golf. Perilaku keluarga Jones ini begitu banyak
memberikan pengaruh pada perilaku konsumtif masyarakat di kota kecil tersebut.
Namun siapa sangka, keluarga Jones
merupakan keluarga palsu yang dibuat-buat oleh sebuah perusahaan pemasaran
untuk memasarkan produk-produk mereka. Mereka sengaja ditempatkan pada suatu
daerah yang elit dan dengan perilaku masyarakat yang sangat konsumtif. Pekerjaan
mereka hanya sekedar menjalankan hidup normal layaknya sebuah keluarga yang
utuh dan harmonis, namun di tengah tugas yang simple itu, mereka diwajibkan untuk
menjual beberapa produk perusahaan dengan cara yang sangat halus. Masing-masing
anggota keluarga akan direview kinerjanya oleh perusahaan pada periode tertentu.
Praktiknya, keluarga Jones tidak menjual
secara langsung produknya, mereka hanya mengarahkan masyarakat untuk membeli produk
tertentu. Keluarga Jones haruslah memiliki sikap yang baik, dapat dipercaya,
pandai bergaul serta menjadi trendsetter atau menjual gaya hidup agar bisa
mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tersebut. Keluarga Jones dalam
kesehariannya selalu memakai produk-produk berkelas yang menarik perhatian
calon konsumen atas apa yang keluarga Jones pakai.
Pengaruh yang mereka sebarkan pada
masyarakat di kota kecil tersebut ternyata sangat berhasil. Keluarga Jones
menjadi panutan bagi keluarga-keluarga lain di sekitarnya dalam hal materi. Masyarakat
daerah itu semakin konsumtif, bahkan melebihi dari kemampuan finansial mereka.
ada beberapa yang memang memiliki kemampuan ekonomi yang mapan, tapi banyak
juga yang akhirnya kolaps.
Larry adalah salah satu sahabat dan
tetangga Steve di daerah tersebut yang semakin konsumtif namun tidak diimbangi
dengan kemampuan finansial yang cukup sehingga kolaps. Sampai suatu saat, dia
tak mampu lagi membayar tagihan kartu kreditnya. Bahkan dia terancam tak
mempunyai rumah karena tidak lagi mampu membayar cicilan rumah. Larry semakin
frustasi dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri di kolam renang rumahnya
dengan menggunakan produk yang diarahkan oleh Steve.
Kejadian tersebut membuat Steve
sangat terpukul. Ia menyadari bahwa perbuatan mereka telah membuat sahabatnya
harus memgakhiri hidupnya. Akhirnya, Steve memutuskan untuk keluar dari
keluarga Jones, dan mengakui pada masyarakat didaerah itu bahwa mereka adalah keluarga
palsu yang sengaja didesain sebagai agen penjualan oleh Perusahaan. Keputusan
Steve membuatnya kehilangan semua fasilitas mewah yang dimiliki selama ini, dan
kehilangan Kate, wanita yang ia cintai.
Setelah Steve keluar dari keluarga
Jones, Kate, Jen, dan Mick masih melanjutkan pekerjaannya menjadi keluarga
Jones, dengan figur Ayah Jones yang baru di daerah baru dengan misi yang tetap
sama, menjadi trendsetter, menjual gaya hidup untuk mencapai tujuan perusahaan
memaksimalkan laba dengan pemasaran yang terselubung.
Overall cerita dalam film The Joneses
cukup mudah dicerna. Secara utuh film ini menggambarkan kepalsuan yang membuat hidup
menjadi tidak bermakna. Namun naluri alamiah manusia menunjukkan bahwa kejujuran
merupakan hal mendasar dalam menjalani kehidupan. Nilai dari kejujuran tidak
bisa dibandingkan dengan besarnya materi yang didapat.
Jadi pelajaran yang dapat saya ambil
dari film ini adalah kejujuran (pikiran, perkataan, dan perbuatan) merupakan
modal utama untuk menjalani setiap nafas kehidupan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar