Rabu, 31 Oktober 2012

Resensi Film The Joneses



 
Judul Film
:
The Joneses
Sutradara
:
Derick Borte
Penulis Cerita
:
Randy T. Dinzler
Pemeran Utama
:
Steve (David Duchovny), Kate (Demi Moore),
Jenn (Amber Heard) dan Mick (Ben Hollingsworth)
Tahun
:
2009

The Jones merupakan sebuah keluarga yang harmonis terdiri dari sepasang suami istri yang sangat sempurna serta putra dan putri yang manis. Dalam film ini, David Duchovny disini berperan sebagai suami (Steve) yang merupakan pebisnis sukses dan kharismatik, Demi Moore berperan sebagai istri (Kate) yang cantik, sexy dan modis, Amber Heard (Jenn) dan Ben Hollingsworth (Mick) masing-masing berperan sebagai anak dalam keluarga The Jones yang  masih duduk di bangku SMA.

Keluarga Jones merupakan pendatang baru di sebuah kota kecil. Mereka menjadi pusat perhatian di kota kecil itu. Hidup mereka yang terlihat begitu bahagia dan harmonis didukung dengan gaya hidup modern yang bertaburan barang-barang canggih dan mewah, mulai dari pakaian sampai dengan peralatan golf. Perilaku keluarga Jones ini begitu banyak memberikan pengaruh pada perilaku konsumtif masyarakat di kota kecil tersebut.

Namun siapa sangka, keluarga Jones merupakan keluarga palsu yang dibuat-buat oleh sebuah perusahaan pemasaran untuk memasarkan produk-produk mereka. Mereka sengaja ditempatkan pada suatu daerah yang elit dan dengan perilaku masyarakat yang sangat konsumtif. Pekerjaan mereka hanya sekedar menjalankan hidup normal layaknya sebuah keluarga yang utuh dan harmonis, namun di tengah tugas yang simple itu, mereka diwajibkan untuk menjual beberapa produk perusahaan dengan cara yang sangat halus. Masing-masing anggota keluarga akan direview kinerjanya oleh perusahaan pada periode tertentu.

Praktiknya, keluarga Jones tidak menjual secara langsung produknya, mereka hanya mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tertentu. Keluarga Jones haruslah memiliki sikap yang baik, dapat dipercaya, pandai bergaul serta menjadi trendsetter atau menjual gaya hidup agar bisa mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tersebut. Keluarga Jones dalam kesehariannya selalu memakai produk-produk berkelas yang menarik perhatian calon konsumen atas apa yang keluarga Jones pakai.

Pengaruh yang mereka sebarkan pada masyarakat di kota kecil tersebut ternyata sangat berhasil. Keluarga Jones menjadi panutan bagi keluarga-keluarga lain di sekitarnya dalam hal materi. Masyarakat daerah itu semakin konsumtif, bahkan melebihi dari kemampuan finansial mereka. ada beberapa yang memang memiliki kemampuan ekonomi yang mapan, tapi banyak juga yang akhirnya kolaps.

Larry adalah salah satu sahabat dan tetangga Steve di daerah tersebut yang semakin konsumtif namun tidak diimbangi dengan kemampuan finansial yang cukup sehingga kolaps. Sampai suatu saat, dia tak mampu lagi membayar tagihan kartu kreditnya. Bahkan dia terancam tak mempunyai rumah karena tidak lagi mampu membayar cicilan rumah. Larry semakin frustasi dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri di kolam renang rumahnya dengan menggunakan produk yang diarahkan oleh Steve.

Kejadian tersebut membuat Steve sangat terpukul. Ia menyadari bahwa perbuatan mereka telah membuat sahabatnya harus memgakhiri hidupnya. Akhirnya, Steve memutuskan untuk keluar dari keluarga Jones, dan mengakui pada masyarakat didaerah itu bahwa mereka adalah keluarga palsu yang sengaja didesain sebagai agen penjualan oleh Perusahaan. Keputusan Steve membuatnya kehilangan semua fasilitas mewah yang dimiliki selama ini, dan kehilangan Kate, wanita yang ia cintai.

Setelah Steve keluar dari keluarga Jones, Kate, Jen, dan Mick masih melanjutkan pekerjaannya menjadi keluarga Jones, dengan figur Ayah Jones yang baru di daerah baru dengan misi yang tetap sama, menjadi trendsetter, menjual gaya hidup untuk mencapai tujuan perusahaan memaksimalkan laba dengan pemasaran yang terselubung.

Overall cerita dalam film The Joneses cukup mudah dicerna. Secara utuh film ini menggambarkan kepalsuan yang membuat hidup menjadi tidak bermakna. Namun naluri alamiah manusia menunjukkan bahwa kejujuran merupakan hal mendasar dalam menjalani kehidupan. Nilai dari kejujuran tidak bisa dibandingkan dengan besarnya materi yang didapat.

Jadi pelajaran yang dapat saya ambil dari film ini adalah kejujuran (pikiran, perkataan, dan perbuatan) merupakan modal utama untuk menjalani setiap nafas kehidupan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar