Minggu, 07 Oktober 2012

Penggunaan Etnografi dalam Bisnis

Etnografi
Dalam antropologi, etnografi adalah alat yang digunakan untuk memahami suatu masyarakat melalui penelusuran nilai-nilai yang diyakini, perilaku dan kebiasaan yang dijalani. Studi etnografi mulai digunakan ketika para produsen produk dan jasa merasa tidak puas atas cara-cara yang selama ini mereka tempuh untuk memahami konsumen, misalnya melalui penyebaran kuesioner. Akan tetapi, para produsen-produsen tersebut kurang dapat memahami “Apa yang diinginkan Konsumen?”.

Etnografi adalah studi yang kaya akan informasi-informasi yang tidak didapat dengan metode kuantitatif (penyebaran kusesiner). Dalam pelaksanaannya menyertakan interaksi langsung dengan informan yang diteliti. Dengan etnografi, perusahaan dapat mencari tahu dan mungkin menemukan informasi yang tidak didapat melalui penyebaran kuesioner. Studi etnografi dalam hal ini, informasi bukan hanya bersumber dari perkataan responden, tetapi diperkaya dengan hasil pengamatan. Observasi yang dilakukan pun beragam, mulai dari aktivitas, teks, foto, gambar, atau simbol yang berhubungan dengan responden serta produk yang mereka gunakan. Dalam konteks ini, etnografi mengubah perspektif pemasar (juga pengembang produk dan jasa), membawa pandangan luar (konsumen) ke dalam perusahaan.

Beberapa pendekatan riset etnografi saat ini telah dikembangkan oleh para pakar pemasaran dan sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan, seperti Intel, Microsoft, Pfizer, J. Walter Thompson, Pizza Hut, dan the New York Jets, dan Coca-Cola. Perusahaan seperti Intel pun, yang tidak berhubungan langsung dengan pemakai komputer, sudah sangat maju dalam menggali informasi mengenai konsumen melalui etnografi. Genevieve Bell, seorang antropolog yang bekerja untuk Intel, dalam penelitiannya di India, Indonesia, Cina, Singapura, Malaysia, Korea dan Australia telah meningkatkan kesadaran Intel tentang bagaimana konsep rumah, keluarga dan individu bervariasi dari satu budaya yang lain. Banyak temuannya yang menentang asumsi Barat tentang bagaimana orang menggunakan teknologi di seluruh dunia. Latar belakang kebudayaan mempengaruhi nilai-nilai yang dimiliki manusia, bahkan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia yang merupakan faktor kebudayaan karena manusia bertindak dalam lingkup kebudayaan,

Kebudayaan merupakan suatu kompleks keseluruhan dimana dimasukkannya pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, adat istiadat serta kebiasaan yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan ini dijalankan oleh keadaan yang batasnya cukup bebas pada perilaku individu dan berpengaruh fungsinya dari institusi, seperti keluarga.

Konsep keluarga dalam hal ini adalah anggota keluarga, yaitu Ayah, Ibu dan anak. Di Asia, pengguna computer pribadi atau PC (Personal Computer) adalah seluruh anggota keluarga. Hal ini berbeda dengan asumsi Barat yang beranggapan bahwa pengguna PC adalah individu bukan keluarga. Jadi, latar belakang kebudayaan merupakan hal yang berpengaruh dalam pemasaran suatu produk. Dalam penelitian etnografi, peneliti harus menjaga rapport atau hubungan baik dengan objek penelitian. Hal ini menjadi bukti bahwa pentingnya penelitian Etnografi dalam suatu penelitian mengenai Bisnis.

Bahan Rujukan: Beyond the Ivory Tower: Collaborations with Business Folk John L. McCreery
sumber : http://hanyaberita.wordpress.com/2010/12/21/penggunaan-etnografi-dalam-bisnis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar