Senin, 23 Desember 2013

ABACA FLASHCARD


Diawali dari tingkah laku anaknya yang tidak suka belajar membaca. Zakiyah, putrinya yang saat itu berusia hampir 4 tahun selalu membuang flash card yang ia beli di toko dan merobek buku belajar membacanya. Diena Ulfaty terus mencari kartu-kartu atau produk lain yang memudahkan putrinya memahami huruf dan suku kata. Namun baginya, produk yang sudah ada tidak terpola dengan jelas dan tidak sistematis sehingga membuat anak-anak tidak tertarik. Kalaupun tertarik hanya sesaat, selanjutnya anak-anak akan merasa bosan dan enggan belajar kembali.

Sebagai seorang ahli sains, ia tidak menyukai sesuatu yang tidak terpola dan tidak sistematis.
Menurutnya alam semesta diciptakan secara terpola maka belajar membaca pun harus terpola. Maka, mulailah ia memutar otak untuk membuat sendiri produk yang terpola dan sistematis yang dapat membantu putrinya tersebut belajar memahami huruf dan suku kata. Jika sudah memahami huruf dan suku kata maka akan lebih mudah bagi anak untuk membaca. Maka dibuatlah  ABACA flash card ini. Dengan dilengkapi game panen es krim maka putrinya dapat menghafal semua suku kata berawalan a dalam tempo yang sangat singkat yaitu 30 menit.
 Photo: ABACA FLASHCARD...kini telah hadir d tengah qt..
Seorang bunda cerdas Diena Ulfaty telah merancang abaca dg bgtu tangkasnya..

IDE ITU BERMULA DARI SI KECIL ZAKIYAH
Idenya untuk membuat ABACA Flash Card ini diawali dari tingkah laku anaknya yang tidak suka belajar membaca. Zakiyah, putrinya yang saat itu berusia hampir 4 tahun selalu membuang flash card yang ia beli di toko dan merobek buku belajar membacanya. Diena Ulfaty terus mencari kartu-kartu atau produk lain yang memudahkan putrinya memahami huruf dan suku kata. Namun baginya, produk yang sudah ada tidak terpola dengan jelas dan tidak sistematis sehingga membuat anak-anak tidak tertarik. Kalaupun tertarik hanya sesaat, selanjutnya anak-anak akan merasa bosan dan enggan belajar kembali.
Sebagai seorang ahli sains, ia tidak menyukai sesuatu yang tidak terpola dan tidak sistematis.
Menurutnya alam semesta diciptakan secara terpola maka belajar membaca pun harus terpola. Maka, mulailah ia memutar otak untuk membuat sendiri produk yang terpola dan sistematis yang dapat membantu putrinya tersebut belajar memahami huruf dan suku kata. Jika sudah memahami huruf dan suku kata maka akan lebih mudah bagi anak untuk membaca. Maka terciptalah ABACA flash card ini. Dengan dilengkapi game panen es krim maka putrinya dapat menghafal semua suku kata berawalan a dalam tempo yang sangat singkat yaitu 30 menit.

penampilan ABACA flashcard dari luar..


 Seri 1 :
     Belajar membaca sambil panen es krim??? emang bisa? kok kayak padi aja dipanen? bisa dong! Cuman kejadian di Abaca seri membaca 1
     Berisi 44 kartu suku kata berakhiran a dan I (dibagi menjadi 5 kotak), 2 buah kuda kuda, halaman game panen es krim, halaman catatan akhir permainan,halaman gunting es krim (hadiah game), lembar aturan maen panen es krim




 SERI 2 :

     Dapat dinamit kok malah senang?! bukannya lari tunggang langgang ya? Emang dinamitnya kayak apaan, kok banyak anak yg menunggunya dgn senang?. Penasaran? hanya ada di Abaca seri membaca 2.
      Berisi 44 kartu suku kata berakhiran o dan e dan 8 kartu dinamit yang tersebar pada box 1A, 1B, 2A, 2B, dan 2C, halaman game menguak misteri rumah strobery, halaman catatan hasil akhir permainan, halaman gunting stroberi (hadiah game), Lembar aturan main game menguak misteri Rumah stroberi 

SERI 3 : Berburu mencari Harta Karun
     Mencari harta karun di peternakan emang seru dan menantang. Banyak jebakannya. Si kuda aja sampai muntah2 karena memakan coklat merah yg beracun. Kepalanya juga sering masuk lubang karena mengira di dalamnya ada coklatnya. Hadeuuhh... hati2 dong kuda!. Mau ikutan mencari harta karun yg lainnya? hanya kejadian di Abaca seri membaca 3.
      Di Seri 3, ada 124 kartu yang tersusun berdasarkan aritmetika suku kata. Dirumuskan suku kata berakhiran huruf mati. Kartu diklasifikasikan dalam 10 box. Ada bonus choco book atau buku pintar membaca berhadian permen coklat yang penyusunannya sangat sistematis dan penuh reward permen coklat. Buku yg penyusunanya paling sistematis dan insteraktif karna berhadiah permen coklat yg siap diberikan ketika anak bisa membaca cerita seru yg disusun berdasarkan kemampuan penguasaan materi membaca anak. Anak belajar cara membaca tulisan 'lebah betina lucu dll', bikin anak kecanduan karna berbasis humor, metode tlah diujicoba pada anak TK, anak TK bisa membaca cerita seru dalam waktu kurang dari 1 bulan dan kecanduan game mencari harta karun di peternakan..



Harga :
Seri 1 dan 2 Rp 45.000,00
Seri 3 Rp 50.900,00
Seri Inggris Rp 47.900,00

Pemesanan dan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi 
Teguh 085648674634 call/sms/wa

Menerima COD wilayah Kota Malang dan kirim-kirim via JNE/Pos.

Rabu, 31 Oktober 2012

Resensi Film The Joneses



 
Judul Film
:
The Joneses
Sutradara
:
Derick Borte
Penulis Cerita
:
Randy T. Dinzler
Pemeran Utama
:
Steve (David Duchovny), Kate (Demi Moore),
Jenn (Amber Heard) dan Mick (Ben Hollingsworth)
Tahun
:
2009

The Jones merupakan sebuah keluarga yang harmonis terdiri dari sepasang suami istri yang sangat sempurna serta putra dan putri yang manis. Dalam film ini, David Duchovny disini berperan sebagai suami (Steve) yang merupakan pebisnis sukses dan kharismatik, Demi Moore berperan sebagai istri (Kate) yang cantik, sexy dan modis, Amber Heard (Jenn) dan Ben Hollingsworth (Mick) masing-masing berperan sebagai anak dalam keluarga The Jones yang  masih duduk di bangku SMA.

Keluarga Jones merupakan pendatang baru di sebuah kota kecil. Mereka menjadi pusat perhatian di kota kecil itu. Hidup mereka yang terlihat begitu bahagia dan harmonis didukung dengan gaya hidup modern yang bertaburan barang-barang canggih dan mewah, mulai dari pakaian sampai dengan peralatan golf. Perilaku keluarga Jones ini begitu banyak memberikan pengaruh pada perilaku konsumtif masyarakat di kota kecil tersebut.

Namun siapa sangka, keluarga Jones merupakan keluarga palsu yang dibuat-buat oleh sebuah perusahaan pemasaran untuk memasarkan produk-produk mereka. Mereka sengaja ditempatkan pada suatu daerah yang elit dan dengan perilaku masyarakat yang sangat konsumtif. Pekerjaan mereka hanya sekedar menjalankan hidup normal layaknya sebuah keluarga yang utuh dan harmonis, namun di tengah tugas yang simple itu, mereka diwajibkan untuk menjual beberapa produk perusahaan dengan cara yang sangat halus. Masing-masing anggota keluarga akan direview kinerjanya oleh perusahaan pada periode tertentu.

Praktiknya, keluarga Jones tidak menjual secara langsung produknya, mereka hanya mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tertentu. Keluarga Jones haruslah memiliki sikap yang baik, dapat dipercaya, pandai bergaul serta menjadi trendsetter atau menjual gaya hidup agar bisa mengarahkan masyarakat untuk membeli produk tersebut. Keluarga Jones dalam kesehariannya selalu memakai produk-produk berkelas yang menarik perhatian calon konsumen atas apa yang keluarga Jones pakai.

Pengaruh yang mereka sebarkan pada masyarakat di kota kecil tersebut ternyata sangat berhasil. Keluarga Jones menjadi panutan bagi keluarga-keluarga lain di sekitarnya dalam hal materi. Masyarakat daerah itu semakin konsumtif, bahkan melebihi dari kemampuan finansial mereka. ada beberapa yang memang memiliki kemampuan ekonomi yang mapan, tapi banyak juga yang akhirnya kolaps.

Larry adalah salah satu sahabat dan tetangga Steve di daerah tersebut yang semakin konsumtif namun tidak diimbangi dengan kemampuan finansial yang cukup sehingga kolaps. Sampai suatu saat, dia tak mampu lagi membayar tagihan kartu kreditnya. Bahkan dia terancam tak mempunyai rumah karena tidak lagi mampu membayar cicilan rumah. Larry semakin frustasi dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri di kolam renang rumahnya dengan menggunakan produk yang diarahkan oleh Steve.

Kejadian tersebut membuat Steve sangat terpukul. Ia menyadari bahwa perbuatan mereka telah membuat sahabatnya harus memgakhiri hidupnya. Akhirnya, Steve memutuskan untuk keluar dari keluarga Jones, dan mengakui pada masyarakat didaerah itu bahwa mereka adalah keluarga palsu yang sengaja didesain sebagai agen penjualan oleh Perusahaan. Keputusan Steve membuatnya kehilangan semua fasilitas mewah yang dimiliki selama ini, dan kehilangan Kate, wanita yang ia cintai.

Setelah Steve keluar dari keluarga Jones, Kate, Jen, dan Mick masih melanjutkan pekerjaannya menjadi keluarga Jones, dengan figur Ayah Jones yang baru di daerah baru dengan misi yang tetap sama, menjadi trendsetter, menjual gaya hidup untuk mencapai tujuan perusahaan memaksimalkan laba dengan pemasaran yang terselubung.

Overall cerita dalam film The Joneses cukup mudah dicerna. Secara utuh film ini menggambarkan kepalsuan yang membuat hidup menjadi tidak bermakna. Namun naluri alamiah manusia menunjukkan bahwa kejujuran merupakan hal mendasar dalam menjalani kehidupan. Nilai dari kejujuran tidak bisa dibandingkan dengan besarnya materi yang didapat.

Jadi pelajaran yang dapat saya ambil dari film ini adalah kejujuran (pikiran, perkataan, dan perbuatan) merupakan modal utama untuk menjalani setiap nafas kehidupan.



Rabu, 24 Oktober 2012

ANALISA PASAR KONSUMEN




Dalam terjun kedunia wirausaha, kita tidak bisa serta merta dapat langsung sukses menjual apa yang kita tawarkan kepada konsumen. Sebelum kita terjun ke dunia tersebut, kita harus mampu menganalisa pasar yang akan kita jadikan target pemasaran, seperti apa lingkup suasannya, seperti apa kultur budayanya, seperti apa selera para konsumen. Itu semua patut kita masukan dalam daftar rencana pemasaran, agar  produk kita dapat diterima oleh konsumen.

Beberapa aspek yang perlu kita analisa perilaku dan kebutuhan konsumen, antara lain:

1.      Seberapa penting pengaruh barang tersebut terhadap kehidupan konsumen
Para konsumen biasanya rela mengorbankan apa saja demi mendapatkan apa yang dia inginkan, apalagi sudah menyangkut dengan kebutuhan hidup. Tetapi itu semua tidak serta merta membuat kita dengan seenaknya menentukan harga pasar sesuai keinginan kita, karena kita psati memiliki pesaing-pesaing yang tentu menawarkan dengan harga yang lebih bersaing.

2.      Bagaimana kita dapat menawarkan barang yang murah dan berkualitas
Konsumen cenderung kesulitan dalam memilih jika sudah menangkut dengan harga dan kualitas, disatu sisi konsumen menginingkan barang yang murah dan berkualitas. Namun pada prakteknya dilapangan jika barang dagangan yang ditawarakan harganya murah maka kualitas yang bdidapatpun tidak seperti apa yang konsumen ingin, begitu sebaliknya. Jika konsumen mengingikan barang yang berkualitas, tentunya konsumen harus menggali koceknya lebih dalam lagi.  Maka jalan tengah yang selalu diambil para konsumen adalah, mencari barang yang harganya relatif murah walaupn kualitasnya kurang memuaskan.

3.      Pasar lebih mudah dibedakan
Setiap produk yang dihasilkan adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Agar produk tersebut dapat diterima tentunya haruslah sesuai dengan selera konsumen. Sedangkan dilain pihak dengan keadaan pasar yang bermacam-macam dan selera konsumen yang selalu berkembang tentunya sulit untuk dapat diikuti oleh produsen secara terus menerus. Dalam hal ini perusahaan akan cenderung mencari sekelompok konsumen yang sifatnya sejenis sehingga lebih mudah untuk memahami selera konsumen. Dengan demikian pasar lebih mudah dibedakan dengan kelompok pasar yang lain.

4.      Pelayanan kepada pembeli menjadi lebih baik
Dalam memenuhi kebutuhannya konsumen selalu menginginkan empat hal penting yaitu kualitas barang yang bagus, harga yang terjangkau serta pelayanan yang baik dan memuaskan serta ketepatan waktu. Dari keempat hal tersebut yang sangat dominan adalah perihal pelayanan. Banyak konsumen lari ketempat lain karena masalah pelayanan. Harga dan kualitas kadang menjadi nomor dua dibanding pelayanan. Menyadari hal tersebut maka analisa pasar harus dilakukan agar dapat memberikan
pelayanan yang mengarah kepada pasarnya. Bentuk pelayanan yng diberikan oleh perusahaan adalah menyediakan tempat parkir yang luas dan gratis. Pelayanan ini juga dimaksudkan untuk menarik perhatian konsumen.

5.      Strategi pemasaran menjadi lebih mengarah
Mengingat luas dan beragamnya pasar konsumen, maka akan sulit untuk melayani semua konsumen yang sangat heterogen tersebut. Maka dengan melayani konsumen yang sifatnya homogen maka strategi pemasaran yang direncanakan dapat lebih mengarah dalam menyusun perencanaan produk, harga, distribusi dan promosinya.

6.      Mendisain Produk
Mendisain produk-produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar karena hanya dengan memahami segmen-segmen yang responsif terhadap suatu stimulti, maka pemasar dapat mendisain produk yang sesuai dengan kebutuhan segmen ini.

7.      Menganalisis Pasar
Segmentasi pasar membantu pihak manajemen mendeteksi siapa saja yang akan menggerogoti pasar produknya. Para pesaing itu memiliki kemampuan untuk memberikan alternatif pilihan produk bagi konsumen dan tidak sekedar menghasilkan produk yang sama.

8.      Menemukan Ceruk Peluang
Setelah menganalisis pasar, perusahaan yang menguasai segmen pasar dengan baik akan sampai pada ide untuk menemukan peluang. Peluang ini tidak selalu sesuatu yang besar.

9.      Menguasai posisi yang superior dan kompetitif
Perusahaan yang menguasai segmen dengan baik umumnya adalah mereka yang paham betul konsumennya. Mereka mempelajari pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalam segmennya.

10.  Menentukan Strategi komunikasi yang efektif dan efisien
Komunikasi dengan konsumen akan lebih efektif jika perusahaan tahu persis siapa segmennya termasuk warna favoritnya, jenis musik kesukaan, kegiatan sehari-hari dan pendapatnya pribadi tentang lingkungan sekitarnya. Aplikasi media iklan pun akan berbeda-beda menurut segmennya seperti media cetak ekslusif tentu cocok dengan segmen premium.



Sumber : http://ais-zakiyudin.blogspot.com/2012/05/analisa-pasar-konsumen_20.html

Minggu, 07 Oktober 2012

Penggunaan Etnografi dalam Bisnis

Etnografi
Dalam antropologi, etnografi adalah alat yang digunakan untuk memahami suatu masyarakat melalui penelusuran nilai-nilai yang diyakini, perilaku dan kebiasaan yang dijalani. Studi etnografi mulai digunakan ketika para produsen produk dan jasa merasa tidak puas atas cara-cara yang selama ini mereka tempuh untuk memahami konsumen, misalnya melalui penyebaran kuesioner. Akan tetapi, para produsen-produsen tersebut kurang dapat memahami “Apa yang diinginkan Konsumen?”.

Etnografi adalah studi yang kaya akan informasi-informasi yang tidak didapat dengan metode kuantitatif (penyebaran kusesiner). Dalam pelaksanaannya menyertakan interaksi langsung dengan informan yang diteliti. Dengan etnografi, perusahaan dapat mencari tahu dan mungkin menemukan informasi yang tidak didapat melalui penyebaran kuesioner. Studi etnografi dalam hal ini, informasi bukan hanya bersumber dari perkataan responden, tetapi diperkaya dengan hasil pengamatan. Observasi yang dilakukan pun beragam, mulai dari aktivitas, teks, foto, gambar, atau simbol yang berhubungan dengan responden serta produk yang mereka gunakan. Dalam konteks ini, etnografi mengubah perspektif pemasar (juga pengembang produk dan jasa), membawa pandangan luar (konsumen) ke dalam perusahaan.

Beberapa pendekatan riset etnografi saat ini telah dikembangkan oleh para pakar pemasaran dan sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan, seperti Intel, Microsoft, Pfizer, J. Walter Thompson, Pizza Hut, dan the New York Jets, dan Coca-Cola. Perusahaan seperti Intel pun, yang tidak berhubungan langsung dengan pemakai komputer, sudah sangat maju dalam menggali informasi mengenai konsumen melalui etnografi. Genevieve Bell, seorang antropolog yang bekerja untuk Intel, dalam penelitiannya di India, Indonesia, Cina, Singapura, Malaysia, Korea dan Australia telah meningkatkan kesadaran Intel tentang bagaimana konsep rumah, keluarga dan individu bervariasi dari satu budaya yang lain. Banyak temuannya yang menentang asumsi Barat tentang bagaimana orang menggunakan teknologi di seluruh dunia. Latar belakang kebudayaan mempengaruhi nilai-nilai yang dimiliki manusia, bahkan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia yang merupakan faktor kebudayaan karena manusia bertindak dalam lingkup kebudayaan,

Kebudayaan merupakan suatu kompleks keseluruhan dimana dimasukkannya pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, adat istiadat serta kebiasaan yang diperoleh oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan ini dijalankan oleh keadaan yang batasnya cukup bebas pada perilaku individu dan berpengaruh fungsinya dari institusi, seperti keluarga.

Konsep keluarga dalam hal ini adalah anggota keluarga, yaitu Ayah, Ibu dan anak. Di Asia, pengguna computer pribadi atau PC (Personal Computer) adalah seluruh anggota keluarga. Hal ini berbeda dengan asumsi Barat yang beranggapan bahwa pengguna PC adalah individu bukan keluarga. Jadi, latar belakang kebudayaan merupakan hal yang berpengaruh dalam pemasaran suatu produk. Dalam penelitian etnografi, peneliti harus menjaga rapport atau hubungan baik dengan objek penelitian. Hal ini menjadi bukti bahwa pentingnya penelitian Etnografi dalam suatu penelitian mengenai Bisnis.

Bahan Rujukan: Beyond the Ivory Tower: Collaborations with Business Folk John L. McCreery
sumber : http://hanyaberita.wordpress.com/2010/12/21/penggunaan-etnografi-dalam-bisnis/

Minggu, 09 September 2012

Kiat Sukses Memasarkan Beras Organik Merah

3 tips lanjutan berikut akan semakin mensukseskan bisnis beras organik merah Anda :  

1. Gunakan gaya komunikasi yang benar.
Gaya komunikasi yang Anda gunakan harus sesuai dengan pola pikir target market. Komunikasi harus bersifat edukasi kesehatan dan mengangkat nilai-nilai pertanian organik serta lingkungan hidup. Komunikasi yang bersifat edukasi contohnya adalah dengan menjelaskan perbedaan beras organik dibanding beras biasa (misalnya beras organik lebih sehat, lebih aman, dll). Anda juga dapat menggunakan beberapa referensi hasil penelitian beras organik untuk memperkuat produk. Komunikasi produk bisa Anda lakukan secara online (website, facebook, twitter, dll) maupun offline (brosur, majalah, koran, tabloid).

2. Hotline edukasi pemesanan.
Sebaiknya Anda juga harus memiliki hotline khusus yang dapat menjawab semua pertanyaan seputar beras organik dan sekaligus pusat pemesanan produk dengan dukungan layanan delivery. Tulis nomor telepon dalam kemasan produk agar calon customer dapat melakukan  kontak dengan perusahaan Anda. Untuk sementara Anda bisa membuka 2 atau 3 jalur telepon. Ini sangat penting karena orang harus yakin akan manfaat suatu produk sebelum membeli produk yang harganya di atas produk biasa. Hotline ini juga salah satu cara untuk memberikan pelayanan yang baik melalui edukasi yang jelas. Jika penelpon puas dengan layanan Anda, maka secara otomatis mereka akan mulai memesan produk.

3. Pameran dan talkshow. 
Produk beras organik yang Anda jual juga dapat Anda perkenalkan melalui pameran. Pilih pameran yang sesuai dengan karakter produk, misalnya pameran makanan sehat atau pameran yang berhubungan dengan kesehatan. Talkshow juga dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan brand awareness. Undang pembicara yang kompeten di bidang kesehatan atau peneliti di bidang beras organik. Edukasi yang diberikan oleh ahlinya dapat mendorong orang untuk lebih yakin dengan produk Anda. Dalam talkshow tersebut Anda juga bisa membuka stand penjualan langsung. Agar talkshow sukses dan diikuti banyak peserta, Anda dapat bekerja sama dengan media offline/online yang memiliki komunitas yang jelas.

Bisnis beras organik ini tentunya tidak hanya dapar dijalankan di kota-kota besar saja, melainkan juga di kota-kota kecil yang memiliki sosial ekonomi yang baik. Akan lebih baik jika Anda memiliki outlet percontohan di beberapa kota besar untuk memperkuat brand beras organik yang Anda jual. Jika tidak memiliki modal yang cukup, Anda bisa bekerja sama dengan pihak lain yang sudah memiliki outlet penjualan.



sumber : http://pengenbisnis.com/cara-mudah-memasarkan-beras-organik-merah.html dengan perubahan seperlunya. 

Jumat, 22 Mei 2009

Mencari Kejujuran

Pengumuman

DICARI!!!!

sebuah kejujuran yang telah hilang...

dimohon bagi yang menemukannya silahkan langsung dibawa pulang ke hati masing-masing.