Diawali dari tingkah laku anaknya
yang tidak suka belajar membaca. Zakiyah, putrinya yang saat itu
berusia hampir 4 tahun selalu membuang flash card yang ia beli di toko
dan merobek buku belajar membacanya. Diena Ulfaty terus mencari
kartu-kartu atau produk lain yang memudahkan putrinya memahami huruf dan
suku kata. Namun baginya, produk yang sudah ada tidak terpola dengan
jelas dan tidak sistematis sehingga membuat anak-anak tidak tertarik.
Kalaupun tertarik hanya sesaat, selanjutnya anak-anak akan merasa bosan
dan enggan belajar kembali.
Sebagai seorang ahli sains, ia tidak menyukai sesuatu yang tidak terpola dan tidak sistematis.
Menurutnya alam semesta diciptakan secara terpola maka belajar membaca pun harus terpola. Maka, mulailah ia memutar otak untuk membuat sendiri produk yang terpola dan sistematis yang dapat membantu putrinya tersebut belajar memahami huruf dan suku kata. Jika sudah memahami huruf dan suku kata maka akan lebih mudah bagi anak untuk membaca. Maka dibuatlah ABACA flash card ini. Dengan dilengkapi game panen es krim maka putrinya dapat menghafal semua suku kata berawalan a dalam tempo yang sangat singkat yaitu 30 menit.
Sebagai seorang ahli sains, ia tidak menyukai sesuatu yang tidak terpola dan tidak sistematis.
Menurutnya alam semesta diciptakan secara terpola maka belajar membaca pun harus terpola. Maka, mulailah ia memutar otak untuk membuat sendiri produk yang terpola dan sistematis yang dapat membantu putrinya tersebut belajar memahami huruf dan suku kata. Jika sudah memahami huruf dan suku kata maka akan lebih mudah bagi anak untuk membaca. Maka dibuatlah ABACA flash card ini. Dengan dilengkapi game panen es krim maka putrinya dapat menghafal semua suku kata berawalan a dalam tempo yang sangat singkat yaitu 30 menit.

penampilan ABACA flashcard dari luar..
Seri 1 :
Belajar membaca sambil panen es krim??? emang bisa? kok kayak padi
aja dipanen? bisa dong! Cuman kejadian di Abaca seri membaca 1
Berisi 44 kartu
suku kata berakhiran a dan I (dibagi menjadi 5 kotak), 2 buah kuda kuda,
halaman game panen es krim, halaman catatan akhir permainan,halaman
gunting es krim (hadiah game), lembar aturan maen panen es krim
SERI 2 :
Dapat dinamit kok malah senang?! bukannya lari tunggang
langgang ya? Emang dinamitnya kayak apaan, kok banyak anak yg
menunggunya dgn senang?. Penasaran? hanya ada di Abaca seri membaca 2.
Berisi 44 kartu suku kata
berakhiran o dan e dan 8 kartu dinamit yang tersebar pada box 1A, 1B,
2A, 2B, dan 2C, halaman game menguak misteri rumah strobery, halaman
catatan hasil akhir permainan, halaman gunting stroberi (hadiah game),
Lembar aturan main game menguak misteri Rumah stroberi
SERI 3 : Berburu mencari Harta Karun
Mencari harta karun di peternakan emang seru dan menantang. Banyak
jebakannya. Si kuda aja sampai muntah2 karena memakan coklat merah yg
beracun. Kepalanya juga sering masuk lubang karena mengira di dalamnya
ada coklatnya. Hadeuuhh... hati2 dong kuda!. Mau ikutan mencari harta
karun yg lainnya? hanya kejadian di Abaca seri membaca 3.
Di Seri 3, ada
124 kartu yang tersusun berdasarkan aritmetika suku kata. Dirumuskan
suku kata berakhiran huruf mati. Kartu diklasifikasikan dalam 10 box.
Ada bonus choco book atau buku pintar membaca berhadian permen coklat
yang penyusunannya sangat sistematis dan penuh reward permen coklat.
Buku yg penyusunanya paling sistematis dan insteraktif karna berhadiah
permen coklat yg siap diberikan ketika anak bisa membaca cerita seru yg
disusun berdasarkan kemampuan penguasaan materi membaca anak. Anak
belajar cara membaca tulisan 'lebah betina lucu dll', bikin anak
kecanduan karna berbasis humor, metode tlah diujicoba pada anak TK, anak
TK bisa membaca cerita seru dalam waktu kurang dari 1 bulan dan
kecanduan game mencari harta karun di peternakan..
Harga :
Seri 1 dan 2 Rp 45.000,00
Seri 3 Rp 50.900,00
Seri Inggris Rp 47.900,00
Pemesanan dan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi
Teguh 085648674634 call/sms/wa
Menerima COD wilayah Kota Malang dan kirim-kirim via JNE/Pos.


